
ALMARHAMAHINDONESIA.COM — Sebanyak 30 peserta Sekolah Lansia NURANI S1 resmi mengikuti prosesi wisuda di Gedung Serbaguna Wali Kota Tarakan setelah menuntaskan 10 kali pertemuan pembelajaran. Suasana penuh kehangatan dan kebanggaan terasa sejak awal acara, ketika para lansia hadir mengenakan toga, didampingi keluarga serta relawan yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penampilan dari para lansia yang membawakan tarian di hadapan tamu undangan. Penampilan tersebut menjadi pembuka yang memeriahkan suasana. Dengan gerakan yang sederhana namun penuh semangat, para lansia menunjukkan bahwa kreativitas dan keceriaan tetap tumbuh di usia senja.
Penandatanganan MoU
Setelah itu, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Yayasan Almarhamah dan AYS sebagai bentuk komitmen kolaborasi dalam pengembangan Sekolah Lansia NURANI S2. Penandatanganan ini menandai langkah keberlanjutan program, sekaligus memperkuat sinergi untuk menghadirkan pembelajaran lansia yang lebih luas dan terstruktur ke depan.
Penyerahan Perhargaan Lansia Terbaik, Teraktif dan Terajin
Memasuki rangkaian inti, panitia kemudian memberikan penghargaan kepada tiga peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi selama mengikuti program. Penghargaan Terajin diberikan kepada Kai Junaidi, penghargaan Terbaik diraih Nenek Mardinah, dan penghargaan Teraktif diberikan kepada Nenek Nurhaedah.
Ketiga penerima penghargaan tersebut dinilai menunjukkan kehadiran yang konsisten, keterlibatan aktif dalam setiap sesi, serta kontribusi positif dalam dinamika pembelajaran. Momen pemberian penghargaan disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin, menambah suasana haru dan bangga.
Setelah rangkaian tersebut, prosesi wisuda resmi dimulai. Satu per satu peserta dipanggil ke depan untuk mengikuti pemindahan tali toga sebagai simbol kelulusan. Tepuk tangan dan senyum hangat mengiringi setiap langkah para wisudawan, menciptakan suasana emosional yang terasa di seluruh ruangan.
Prosesi tersebut menjadi puncak dari perjalanan belajar yang telah ditempuh selama 10 pertemuan. Materi yang diberikan selama program dirancang untuk memperkuat aspek kesehatan, mental, serta interaksi sosial lansia, sehingga peserta tetap aktif dan percaya diri dalam kehidupan sehari-hari.
Perwakilan lansia, Nenek Mardinah, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengikuti Sekolah Lansia NURANI. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberinya pengalaman berharga dan membuatnya lebih percaya diri. Wisuda ini menjadi simbol bahwa proses belajar tidak dibatasi usia, sekaligus membuka harapan baru dengan hadirnya kolaborasi menuju Sekolah Lansia NURANI S2.
















