
ALMARHAMAHINDONESIA.COM — Yayasan Almarhamah secara resmi melepas dua siswi SMK Kesehatan Kaltara, Nazwa Afifah Ramadiani dan Raisaa Naila Fitri, setelah menyelesaikan masa magang selama tiga minggu. Prosesi penarikan dilakukan langsung oleh wali kelas mereka, Bu Yuli, pada Sabtu, 21 Februari 2026, di Almarhamah sebagai bagian dari penutupan program magang yang telah berlangsung intensif.
Penarikan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan magang yang telah dijalani kedua siswi dalam mendukung berbagai program yayasan, khususnya di bidang kesehatan dan pendampingan lansia. Selama masa magang, keduanya aktif terlibat dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar, pendampingan lansia, serta membantu aktivitas operasional lainnya.
Dalam pelaksanaannya, Nazwa dan Raisaa turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pelayanan kesehatan, seperti pemeriksaan tekanan darah, pendampingan kegiatan terapi aktivitas lansia, hingga membantu kegiatan edukasi kesehatan bersama santri tpq. Kehadiran mereka tidak hanya memberikan kontribusi teknis, tetapi juga memperkuat interaksi sosial antara generasi muda dan lansia binaan.
Wali kelas Bu Yuli dengan Mbak Fitri
Wali kelas SMK Kesehatan Kaltara, Bu Yuli, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Yayasan Almarhamah sebagai tempat belajar bagi para siswi. Ia menilai pengalaman lapangan ini menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan siswa menghadapi dunia pelayanan kesehatan secara nyata.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Almarhamah yang telah membimbing dan memberikan ruang belajar yang sangat berharga bagi siswa kami. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mereka,” ujarnya.
Pihak Yayasan Almarhamah, Riska Rahimawati, juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan selama masa magang. Kehadiran para siswi dinilai membawa semangat baru sekaligus membantu kelancaran berbagai program yang dijalankan yayasan, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan lansia.
Selama menjalani magang, kedua siswi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenal kondisi penerima manfaat, termasuk lansia binaan yang membutuhkan pendampingan kesehatan dan sosial. Interaksi tersebut menjadi ruang pembelajaran yang memperkaya pemahaman mereka tentang pentingnya empati dan pelayanan berbasis kemanusiaan.
Bagi Nazwa dan Raisaa, masa magang ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memperkuat keterampilan praktis, tetapi juga membangun kesadaran sosial. Mereka berkesempatan melihat secara langsung peran tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang holistik dan berkelanjutan.
Melalui program magang ini, Yayasan Almarhamah berharap kolaborasi dengan institusi pendidikan, khususnya SMK Kesehatan Kaltara, dapat terus berlanjut. Sinergi ini dinilai penting dalam menciptakan ruang pembelajaran nyata bagi siswa sekaligus memperkuat pelayanan sosial dan kesehatan bagi lansia binaan dan masyarakat luas.















