
almarhamahindonesia.com - Setelah materi tentang Diabetes Melitus disampaikan, suasana Sekolah Lansia NURANI S1 Pertemuan Ke-5 justru semakin hidup. Para peserta sekolah lansia NURANI memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menyampaikan berbagai hal yang mereka alami di rumah, mulai dari persoalan makanan yang boleh dikonsumsi hingga pertanyaan lain seputar kesehatan. Kegiatan berlangsung di Almarhamah, Kamis, 1 Oktober 2026, dengan setiap pertanyaan mendapat penjelasan langsung dari pemateri dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Sesi tanya jawab menjadi bagian yang ditunggu setelah materi selesai. Satu per satu pertanyaan mulai disampaikan oleh para lansia. Topik yang muncul tidak hanya berkaitan dengan materi secara umum, tetapi juga menyentuh pengalaman yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu peserta sekolah lansia bertanya tentang apa yang di rasakannya di rumah
Beberapa lansia bertanya mengenai makanan yang boleh dikonsumsi, khususnya dalam kaitannya dengan pembahasan Diabetes Melitus. Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa materi yang diterima kemudian dikaitkan dengan kebiasaan makan yang mereka jalani di rumah.
Pertanyaan lainnya datang dari pengalaman pribadi para lansia. Hal-hal yang dirasakan di rumah menjadi bahan yang mereka bawa ke ruang kelas untuk mendapatkan penjelasan. Dengan demikian, sesi tanya jawab menjadi jembatan antara materi yang disampaikan dengan situasi nyata yang dihadapi para lansia.
Setiap pertanyaan dijawab secara langsung oleh pemateri. Penjelasan disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga para lansia dapat mengikuti pembahasan tanpa istilah yang terlalu rumit. Cara penyampaian tersebut membuat diskusi berlangsung lebih terbuka.
Interaksi dua arah pun terlihat sepanjang sesi. Para lansia tidak hanya menerima informasi, tetapi berani bertanya ketika menemukan hal yang ingin mereka pahami lebih lanjut. Suasana pembelajaran menjadi lebih aktif karena materi berkembang mengikuti rasa ingin tahu para peserta.
Ibu Dr. Ns. Dewy Haryanti Parman, M. Kep., Sp. Kep., MB memberikan penjelasan dan jawaban yang mudah di pahami
Bagi Sekolah Lansia NURANI, sesi seperti ini menjadi bagian penting dalam proses belajar. Pertanyaan yang muncul dari pengalaman sehari-hari dapat menjadi bahan untuk memperjelas informasi sekaligus membantu lansia memahami materi secara lebih dekat dengan kehidupan mereka.
Perwakilan Almarhamah, Fayyaasy Mubarok, menyampaikan bahwa ruang tanya jawab memberi kesempatan kepada lansia untuk menyampaikan apa yang mereka pikirkan dan rasakan secara langsung.
“Kami senang ketika lansia aktif bertanya, karena dari pertanyaan itu kita bisa mengetahui hal-hal yang benar-benar ingin mereka pahami dan menjelaskannya dengan cara yang lebih sederhana,” ujarnya.
Setelah sesi tanya jawab selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan apresiasi kepada pemateri oleh perwakilan Almarhamah, sebagai bentuk penghargaan atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan untuk berbagi pengetahuan bersama lansia. Rangkaian kemudian ditutup dengan foto bersama.
Pertemuan ke-5 NURANI pun meninggalkan satu catatan penting: proses belajar tidak selalu berhenti ketika materi selesai disampaikan. Justru lewat pertanyaan, pengalaman, dan percakapan, para lansia dapat menemukan pemahaman yang lebih dekat dengan kehidupan mereka.
Dari satu pertanyaan, bisa lahir pemahaman baru. Almarhamah terus membuka ruang kolaborasi bersama tenaga kesehatan, rumah sakit, kampus, sekolah, komunitas, dan berbagai pihak untuk menghadirkan edukasi yang dekat dengan kebutuhan lansia dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.












