
almarhamahindonesia.com - Menjadi lansia tangguh tidak hanya tentang menjaga kesehatan, tetapi juga bagaimana tetap aktif, bahagia, dan memiliki kehidupan yang bermakna. Semangat tersebut hadir dalam Sekolah Lansia NURANI S1 Pertemuan Ke-2 di Almarhamah, Sabtu, 29 Agustus 2026, dengan menghadirkan Astodhiya Pradana, S.Gz., Direktur Representatif IRL Kalimantan Utara, untuk membawakan materi tentang “Memahami Kurikulum Sekolah Lansia dan 7 Dimensi Lansia Tangguh.”
Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh siswi SMK Kesehatan Kaltara. Pemeriksaan ini menjadi bagian awal sebelum lansia mengikuti rangkaian pembelajaran di Sekolah Lansia NURANI.
Setelah pemeriksaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara dan menyanyikan Mars Lansia bersama-sama. Suasana kegiatan kemudian beralih menuju sesi pembelajaran yang menjadi agenda utama pertemuan kedua.
Astodhiya Pradana, S. Gz : Direktur Representatif IRL Kalimantan Utara
Astodhiya Pradana menyampaikan materi mengenai kurikulum Sekolah Lansia serta 7 Dimensi Lansia Tangguh. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga para lansia dapat mengikuti pembahasan dengan baik dan memahami bahwa kehidupan di usia lanjut tetap memiliki berbagai ruang untuk berkembang.
Para lansia peserta Sekolah Lansia NURANI mengikuti materi secara aktif. Pembelajaran tersebut menjadi bagian dari proses untuk membangun pemahaman bahwa menjadi lansia bukan berarti berhenti melakukan berbagai aktivitas positif.
Para lansia peserta sekolah lansia NURANI S1 semangat dan antusias mengikuti kegiatan
Kegiatan NURANI juga dirancang sebagai ruang belajar yang mendorong lansia untuk tetap aktif dan bahagia. Setiap pertemuan menjadi kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pengetahuan baru sekaligus bertemu dan berinteraksi dengan sesama lansia.
Sebagai bentuk apresiasi atas ilmu yang telah dibagikan, Almarhamah menyerahkan bingkisan kepada pemateri. Pemberian tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kesediaan Astodhiya Pradana berbagi pengetahuan dalam kegiatan Sekolah Lansia NURANI.
Setelah sesi pembelajaran selesai, kegiatan ditutup dengan foto bersama. Momen tersebut menjadi dokumentasi kebersamaan antara lansia, pemateri, dan tim Almarhamah dalam rangkaian Sekolah Lansia NURANI.
Tidak hanya membawa pulang pengetahuan, para lansia juga menerima nasi berkah setelah kegiatan. Dengan demikian, pertemuan tersebut tidak hanya memberikan bekal pembelajaran, tetapi juga menghadirkan perhatian melalui dukungan sederhana yang dapat dinikmati setelah mengikuti kegiatan.
Sekolah Lansia NURANI akan terus menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi lansia binaan Almarhamah untuk tetap aktif, belajar, dan menjalani masa lanjut usia dengan penuh semangat. Almarhamah membuka kesempatan kolaborasi bagi lembaga, komunitas, tenaga profesional, dunia pendidikan, dan berbagai pihak yang ingin berbagi ilmu serta mengambil bagian dalam menghadirkan program yang bermanfaat bagi lansia. Mari tumbuh bersama dan menghadirkan lebih banyak kebaikan melalui kolaborasi bersama Almarhamah.














