
almarhamahindoensia.com - Kepedulian anak muda kembali menemukan bentuknya melalui aksi nyata. Pada Jumat, 4 September 2026, Yayasan Almarhamah bersama berbagai komunitas, organisasi mahasiswa, dan lembaga di Tarakan bersinergi dalam kegiatan Humanesia: KolaborAksi Bagi Masker Gratis & Penggalangan Dana NTT. Aksi tersebut menjadi respons kepedulian terhadap dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan sekaligus bencana gempa bumi yang melanda NTT beberapa waktu sebelumnya.
Yang membuat aksi ini menarik bukan hanya bantuan yang diberikan, tetapi cara anak muda dari berbagai kelompok memilih untuk bergerak bersama. Komunitas dan organisasi yang biasanya memiliki kegiatan masing-masing bertemu dalam satu gerakan, membawa semangat yang sama untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Kolaborasi antar komunitas anak muda bangun kepedulian bersama
Kolaborasi tersebut melibatkan Komunitas Langkah Kecil, Masjid Modern Hujan Assalam, BPM UBT, BEM FEB, BPM FEB, BEM FIKES, BEM FAPERTA, BEM FK, Himajemen, serta seluruh rekan yang turut mendukung terselenggaranya Humanesia. Yayasan Almarhamah menjadi bagian dari jejaring kolaborasi yang mempertemukan berbagai elemen tersebut dalam satu aksi kepedulian.
Pembagian masker menjadi salah satu bentuk respons terhadap kondisi asap karhutla yang berdampak pada kualitas udara. Masker diberikan sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat melindungi diri dari paparan asap, sekaligus mengingatkan bahwa persoalan lingkungan dan kesehatan membutuhkan perhatian bersama.
Di sisi lain, penggalangan dana diarahkan untuk mendukung masyarakat terdampak gempa bumi di NTT. Dua persoalan yang terjadi di wilayah berbeda tersebut dipertemukan dalam satu gerakan, menunjukkan bahwa kepedulian tidak harus dibatasi oleh jarak maupun wilayah.
Arahan dari bang Ammar, perwakilan almarhamah
Perwakilan Almarhamah, Muammar, menyampaikan bahwa kekuatan kolaborasi terletak pada kemampuan berbagai pihak untuk menyatukan sumber daya dan kepedulian. Ketika komunitas, organisasi mahasiswa, lembaga sosial, dan masyarakat bergerak dalam satu langkah, aksi kemanusiaan dapat menjangkau lebih banyak pihak yang membutuhkan.
Humanesia juga menjadi gambaran bagaimana Gen Z dan anak muda dapat mengambil peran dalam isu sosial. Bukan hanya menjadi penonton ketika bencana terjadi, mereka hadir dengan gagasan, jejaring, tenaga, dan ruang yang dimiliki untuk ikut memberikan solusi.
Semangat tersebut menjadi semakin penting karena persoalan sosial sering kali membutuhkan respons lintas pihak. Komunitas memiliki jejaring, organisasi mahasiswa memiliki energi dan sumber daya manusia, sementara lembaga sosial memiliki pengalaman dalam mengelola kegiatan kemanusiaan. Ketika semuanya dipertemukan, terbentuk kekuatan kolaboratif yang lebih besar.
Bagi Almarhamah, Humanesia bukan sekadar satu kegiatan berbagi. Aksi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas komunitas dan generasi muda dapat menjadi kekuatan dalam merespons persoalan kemanusiaan, baik yang terjadi di sekitar Tarakan maupun di daerah lain yang membutuhkan dukungan.
Ke depan, semangat kolaborasi seperti ini diharapkan terus tumbuh dan melahirkan lebih banyak gerakan sosial. Almarhamah membuka ruang bagi komunitas, organisasi mahasiswa, sekolah, kampus, perusahaan, lembaga keagamaan, dan masyarakat untuk bersinergi dalam berbagai aksi kemanusiaan. Sebab, ketika banyak tangan memilih bergerak dalam satu arah, kepedulian tidak lagi menjadi suara kecil, tetapi berubah menjadi gerakan yang mampu menjangkau lebih jauh.











