
Sobat Almarhamah, jujur aja hidup anak muda hari ini nggak lepas dari yang namanya FOMO. Lihat teman beli gadget baru, ikut-ikutan. Lihat orang liburan, langsung pengen juga. Tanpa sadar, kita jadi lebih sering nurutin keinginan daripada kebutuhan.
Di sinilah kurban jadi “tamparan halus”. Ibadah ini ngajarin kita satu hal penting: nggak semua yang kita mampu beli harus kita miliki. Ada momen di mana kita justru diminta untuk melepaskan, bukan mengumpulkan.
Sobat Almarhamah, kisah Nabi Ibrahim bukan cuma cerita klasik. Itu adalah simbol bahwa cinta kepada Allah harus lebih tinggi dari apapun termasuk hal yang paling kita sayang. Dan hari ini, “Ismail” kita bisa jadi ego, gaya hidup, atau keinginan yang berlebihan.
Kurban ngajarin kita kontrol diri. Di saat orang lain sibuk upgrade hidup, kita justru belajar “downgrade ego”. Dari yang biasanya beli untuk diri sendiri, sekarang kita belajar memberi untuk orang lain.
Sobat Almarhamah, justru di situlah letak kedewasaan spiritual anak muda. Bukan seberapa banyak yang kita punya, tapi seberapa berani kita melepaskan demi sesuatu yang lebih besar—ridha Allah.














