
almarhamahindonesia.com - Belum memasuki sesi pembelajaran, semangat para peserta sekolah lansia NURANI sudah memenuhi ruang kegiatan di Perpustakaan Daerah Kota Tarakan. Pada Sekolah Lansia NURANI S1 Pertemuan Ke-4, Kamis, 24 September 2026, rangkaian kegiatan diawali dengan pemakaian kalung peserta dan absensi secara bergantian. Setelah itu, acara dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Lansia serta Tepuk Lansia Sehat yang diikuti para lansia dengan penuh semangat.
Begitu tiba di ruang kegiatan, para lansia langsung dipakaikan kalung peserta sebagai tanda keikutsertaan dalam agenda pembelajaran. Proses tersebut berlangsung satu per satu, kemudian dilanjutkan dengan absensi yang dilakukan secara bergantian dengan cara berhitung.
Pembagian ID Card peserta sekolah lansia NURANI
Rangkaian awal ini menjadi bagian penting sebelum kegiatan memasuki sesi utama. Suasana ruangan perlahan terisi oleh para lansia yang telah siap mengikuti agenda. Kehadiran mereka juga menunjukkan kesiapan untuk menjalani proses belajar di lokasi yang berbeda dari pertemuan sebelumnya.
Setelah seluruh persiapan awal selesai, MC membuka kegiatan secara resmi. Para lansia kemudian diarahkan untuk mengikuti Mars Lansia dan Tepuk Lansia Sehat sebagai pembuka yang menjadi ciri khas Sekolah Lansia NURANI.
Saat Mars Lansia mulai dinyanyikan, para lansia tetap berusaha mengikuti lagu meskipun belum seluruh lirik mereka hafal. Teks lagu yang ditampilkan di layar menjadi panduan agar mereka dapat terus bernyanyi bersama.
Tidak berhenti pada sekadar mengikuti, para lansia terlihat berusaha menjaga semangat selama lagu dan tepuk lansia berlangsung. Ada yang mengikuti dengan suara lantang, ada pula yang membaca teks di layar sambil tetap berusaha menyelesaikan lagu bersama-sama.
Para lansia menyanyikan lagu mars lansia dan tepuk lansia sehat
Pembukaan tersebut menciptakan suasana yang hangat sebelum memasuki materi. Dharmawati, S.Pd., M.Si., Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispuspan) Kota Tarakan, hadir sebagai narasumber dalam pertemuan ke-4 ini.
Bagi Sekolah Lansia NURANI, rangkaian sebelum materi bukan sekadar formalitas. Pemakaian tanda peserta, absensi, bernyanyi, dan tepuk bersama menjadi bagian dari proses membangun kesiapan, kebersamaan, serta semangat lansia sebelum mengikuti pembelajaran.
Pertemuan ke-4 ini memperlihatkan bahwa semangat belajar para lansia sudah tumbuh sejak kegiatan baru dimulai. Sebelum materi disampaikan, mereka telah lebih dulu menunjukkan kehadiran, keberanian untuk ikut bernyanyi, dan kemauan untuk terus mengikuti kegiatan bersama.
Almarhamah terus membuka ruang kolaborasi bersama pemerintah, kampus, sekolah, komunitas, lembaga, dan berbagai pihak untuk menghadirkan ruang belajar dan kegiatan yang mendukung keberdayaan lansia. Karena bagi Almarhamah, setiap pertemuan bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang menjaga semangat lansia untuk terus belajar dan bergerak bersama.













