
almarhamahindonesia.com — Yayasan Almarhamah secara resmi melakukan penarikan Dai Ramadan dari santri MBS pada Kamis, 05 Maret 2026, di lingkungan Almarhamah. Penarikan ini merupakan penutup rangkaian pengabdian dari kelompok terakhir, setelah sebelumnya dua kelompok lain juga telah menyelesaikan masa tugasnya secara bergantian, masing-masing selama lima hari.
Program Dai Ramadan ini dilaksanakan dengan sistem pergantian kelompok setiap lima hari. Setiap kelompok diberi kesempatan mengabdi dan membersamai keluarga besar Almarhamah dalam berbagai kegiatan dakwah dan pembinaan keagamaan.
Potrait Santri MBS Mengajar Lansia Almarhamah
Selama masa pengabdian, para santri MBS terlibat aktif dalam kegiatan belajar Al-Qur’an bersama lansia binaan, membimbing santri TPQ dalam membaca dan memperbaiki tajwid, serta mengisi kajian muslimah bagi ibu-ibu di lingkungan Almarhamah.
Perwakilan Almarhamah, Bang Abdun, menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh kelompok dai Ramadan yang telah membersamai program pembinaan selama beberapa pekan terakhir.
“Kami bersyukur atas kehadiran para dai Ramadan dari MBS. Setiap kelompok membawa semangat dan warna tersendiri dalam membersamai lansia, santri TPQ, dan jamaah muslimah,” ujarnya.
Meskipun masa pengabdian setiap kelompok relatif singkat, interaksi yang terjalin memberikan pengalaman berharga bagi para santri. Mereka belajar menghadapi berbagai karakter jamaah, mulai dari lansia hingga anak-anak, serta memahami dinamika dakwah di lapangan.
Santri MBS Membimbing Santri Almarhamah Mengaji
Bagi para dai Ramadan, pengalaman mengajar lansia dan anak-anak menjadi proses pembelajaran tersendiri, terutama dalam membangun komunikasi yang efektif dan pendekatan yang sabar serta persuasif.
Kegiatan penarikan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Momen tersebut menjadi refleksi atas proses dakwah yang telah dilalui secara bergantian oleh tiga kelompok santri MBS selama Ramadan.
Yayasan Almarhamah berharap kolaborasi dengan MBS dapat terus berlanjut di masa mendatang. Almarhamah juga membuka ruang kolaborasi bagi berbagai lembaga pendidikan, komunitas, maupun individu yang ingin bersama-sama menghadirkan program dakwah, pendidikan, dan sosial yang berdampak luas bagi masyarakat. Sinergi kebaikan diharapkan mampu memperkuat pembinaan umat dan menghadirkan manfaat yang berkelanjutan.
















