
almarhamahindonesia.com — Persoalan warisan kerap menjadi pemicu konflik dalam keluarga apabila tidak dipersiapkan dengan baik. Berangkat dari pentingnya memberikan pemahaman hukum sejak dini, Ikatan Notaris Indonesia (INI) bersama Sekolah Lansia NURANI Yayasan Almarhamah Indonesia menghadirkan edukasi mengenai hibah dan warisan dalam Pertemuan ke-3 Sekolah Lansia NURANI S2, Ahad (12/7/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Notaris Indonesia ke-118 ini membekali para lansia agar mampu merencanakan pembagian harta secara bijaksana sekaligus menjaga kerukunan keluarga.
Materi pertama bertajuk "Bijak Merencanakan Warisan, Menjaga Kerukunan Keluarga" disampaikan oleh Muchlis Tabrani, S.H., Notaris Kota Tarakan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya merencanakan pembagian harta warisan sejak dini agar tidak menimbulkan konflik maupun perselisihan di tengah keluarga. Menurutnya, komunikasi yang baik serta pemahaman hukum menjadi salah satu kunci menjaga keharmonisan keluarga.
Bapak Oeij Jian Hiap, SH memberikan penjelasan terkait hibah dengan bahasa yang serhana dan mudah di pahami lansai almarhamah
Selanjutnya, Oeij Jian Hiap, S.H., Emeritus Notaris, menyampaikan materi "Hibah atau Warisan? Kapan Sebaiknya Diberikan?". Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, beliau menjelaskan perbedaan hibah dan warisan, termasuk waktu yang tepat dalam pemberiannya sesuai ketentuan hukum. Penyampaian yang santai disertai berbagai contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari membuat para lansia lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Perwakilan Yayasan Almarhamah Indonesia, Abdun Nuur Razaqi, menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Notaris Indonesia yang telah menghadirkan edukasi hukum bagi para lansia melalui Sekolah Lansia NURANI.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Ikatan Notaris Indonesia yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada para lansia. Materi seperti ini sangat bermanfaat karena tidak hanya menambah wawasan hukum, tetapi juga membantu para lansia mempersiapkan berbagai hal dengan bijaksana demi menjaga keharmonisan keluarga," ujarnya.
Lansia mendengarkan dengan fokus materi yang di sampaikan
Suasana kelas berlangsung interaktif. Para lansia tampak menyimak setiap materi dengan penuh perhatian, bahkan beberapa di antaranya aktif mengajukan pertanyaan mengenai persoalan hibah maupun warisan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Para narasumber menjawab setiap pertanyaan dengan sabar sehingga diskusi berlangsung hangat dan penuh manfaat.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh narasumber, anggota Ikatan Notaris Indonesia, pengurus Almarhamah, serta para lansia Sekolah Lansia NURANI sebagai simbol sinergi dalam menghadirkan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Yayasan Almarhamah Indonesia terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan bagi para lansia melalui kolaborasi dengan berbagai profesi dan institusi. Almarhamah juga membuka ruang kolaborasi bagi pemerintah, organisasi profesi, perusahaan, perguruan tinggi, komunitas, maupun masyarakat luas untuk bersama-sama menghadirkan program pendidikan, kesehatan, dakwah, sosial, dan pemberdayaan. Mari berkolaborasi bersama Almarhamah Indonesia untuk mewujudkan lansia yang sehat, cerdas, mandiri, dan bahagia, karena "Kita Adalah Mereka di Kemudian Hari."















