
almarhamahindonesia.com — Yayasan Almarhamah Indonesia kembali menghadirkan kegiatan edukatif bagi para lansia melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Kognitif dan Edukasi DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) pada Sabtu (11/7/2026) di Almarhamah. Kegiatan yang diikuti oleh para lansia binaan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mengenai pola makan sehat sebagai salah satu upaya mencegah dan mengendalikan hipertensi.
Kegiatan dipandu oleh mahasiswa Profesi Ners Universitas Borneo Tarakan (UBT) yang sedang melaksanakan praktik profesi di Yayasan Almarhamah Indonesia. Dalam sesi edukasi, peserta diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis makanan yang dianjurkan serta makanan yang perlu dibatasi bagi penderita hipertensi. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh para lansia.
Tidak hanya mendengarkan materi, para peserta juga diajak mengikuti Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Kognitif melalui permainan edukatif. Lansia dibagi ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing beranggotakan lima orang. Melalui permainan tersebut, mereka diminta membedakan berbagai contoh makanan yang termasuk dalam kategori dianjurkan maupun tidak dianjurkan bagi penderita hipertensi. Metode belajar yang interaktif membuat suasana kelas menjadi lebih hidup sekaligus membantu peserta mengingat materi dengan lebih baik.
Kak Fatma memberi edukasi terkait makanan yang tidak ajurkan untuk mencegah hipertensi
Perwakilan mahasiswa Profesi Ners UBT, Fatma, menjelaskan bahwa edukasi mengenai pola makan sehat sangat penting diberikan kepada lansia karena hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami pada usia lanjut.
"Kami berharap kegiatan ini dapat membantu para lansia memahami pilihan makanan yang lebih sehat sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan metode yang interaktif dan menyenangkan, materi menjadi lebih mudah dipahami dan diingat," ujar Fatma.
Para lansia fokus mendengarkan edukasi yang di berikan
Sementara itu, perwakilan Yayasan Almarhamah Indonesia, Riska Rahimawati, menyampaikan bahwa kolaborasi bersama mahasiswa Profesi Ners UBT menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkelanjutan bagi para lansia.
"Kami percaya bahwa menjaga kesehatan lansia tidak cukup hanya melalui pemeriksaan kesehatan, tetapi juga harus dibarengi dengan edukasi yang mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan di rumah. Karena itu, Almarhamah terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dan tenaga kesehatan agar manfaat yang dirasakan masyarakat semakin luas," ungkapnya.
Para lansia tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka aktif berdiskusi dengan anggota kelompok, saling bertukar pendapat, serta bersemangat menjawab setiap tantangan yang diberikan. Suasana belajar yang santai, penuh tawa, dan edukatif membuat kegiatan berlangsung dengan menyenangkan sekaligus memberikan wawasan baru mengenai pola hidup sehat.
Yayasan Almarhamah Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kuratif, tetapi juga promotif dan preventif. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, tenaga kesehatan, komunitas, perusahaan, maupun pemerintah, Almarhamah berharap semakin banyak lansia yang dapat menikmati masa senja dengan sehat, mandiri, dan bahagia.
Yayasan Almarhamah Indonesia membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi seluruh pihak yang ingin bersama-sama menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Mari bergandengan tangan mewujudkan Indonesia yang lebih ramah lansia melalui program pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan, karena "Kita Adalah Mereka di Kemudian Hari."















