
almarhamahindonesia.com - Suasana belajar di Sekolah Lansia NURANI S1 Pertemuan Ke-4 berubah menjadi lebih hidup ketika para lansia peserta sekolah lansai NURANI diajak memasuki materi dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Bertempat di Perpustakaan Daerah Kota Tarakan, Kamis, 24 September 2026, pembelajaran bersama Dharmawati, S.Pd., M.Si., Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispuspan) Kota Tarakan, diawali dengan menonton film bersama sebelum materi berkembang pada pentingnya membaca, menjaga otak tetap bekerja, hingga belajar mendongeng dan mendengarkan.
Film yang diputar pada awal pembelajaran menjadi pintu masuk sebelum narasumber menyampaikan materi. Cara tersebut membuat suasana kelas tidak langsung terasa seperti pembelajaran formal, tetapi memberikan pengalaman yang lebih santai bagi para lansia sebelum memasuki pembahasan utama.
Salah satu pesan yang diperkenalkan adalah pentingnya membaca. Pembahasan tersebut kemudian dikaitkan dengan ayat pertama yang turun, yakni perintah “Iqro”. Para lansia diajak melihat membaca sebagai bagian dari aktivitas yang memiliki peran penting dalam proses belajar dan menjaga kebiasaan menggunakan pikiran.
Ibu Dharmawati, S.Pd., M.Si., mendongeng untuk lansia
Materi kemudian berkembang pada kehidupan sehari-hari, termasuk persoalan informasi yang tidak benar atau hoaks. Lansia diajak lebih berhati-hati terhadap informasi yang diterima, sehingga kebiasaan membaca dan mendengarkan informasi juga perlu disertai dengan perhatian dan pemahaman.
Pembelajaran juga menyentuh pembahasan mengenai demensia serta pentingnya membuat otak terus bekerja dan dilatih. Aktivitas membaca, mendengarkan, dan belajar menjadi bagian dari kegiatan yang diperkenalkan dalam pembelajaran sebagai bentuk stimulasi mental.
Tidak berhenti pada teori, para lansia juga diajak mengenal kegiatan mendongeng dan mendengarkan. Aktivitas tersebut memberikan ruang bagi mereka untuk terlibat secara langsung dalam proses belajar, baik ketika menyampaikan cerita maupun ketika menjadi pendengar.
Lansia Peserta Sekolah Lansia mendapatkan hadiah buku
Suasana kelas semakin menarik ketika terdapat lansia yang mendapatkan hadiah berupa buku karena memiliki kegemaran membaca. Pemberian tersebut menjadi bagian kecil dari kegiatan, sekaligus menambah semangat dalam pembelajaran yang mengangkat dunia literasi.
Perwakilan Almarhamah, Riska Rahimawati, menyampaikan bahwa pembelajaran di Sekolah Lansia NURANI terus diupayakan hadir dengan pendekatan yang dekat dan menyenangkan agar lansia dapat mengikuti materi dengan nyaman.
“Belajar di usia lanjut tetap bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Membaca, mendengarkan, bercerita, dan terus melatih pikiran menjadi bagian dari proses untuk tetap aktif,” ujarnya.
Pertemuan ke-4 ini memperlihatkan bahwa ruang perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi lansia. Film, membaca, mendongeng, dan mendengarkan dipadukan menjadi satu rangkaian yang membuat proses pembelajaran terasa lebih dinamis.
Sekolah Lansia NURANI terus membuka ruang kolaborasi bersama pemerintah, perpustakaan, kampus, komunitas, sekolah, dan berbagai pihak untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan bagi lansia. Dari sebuah buku, sebuah cerita, hingga satu sesi mendengarkan, selalu ada ruang bagi lansia untuk terus belajar dan menjaga semangatnya tetap menyala.













