3 April 2026 2:15 pm

Bukan Tidak Beruntung, Tapi Belum Rezekinya | Khutbah Jum'at

Bukan Tidak Beruntung, Tapi Belum Rezekinya | Khutbah Jum'at
Khutbah Pertama

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan kesempatan untuk berkumpul di hari Jumat yang mulia ini.

Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, yang mengajarkan kita untuk sabar, bersyukur, dan percaya kepada takdir Allah.

---

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Mari kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Pada kesempatan hari ini, khatib ingin mengajak kita semua untuk memahami satu hal penting dalam hidup:
"Bukan tidak beruntung, tapi belum rezekinya."

---

Jamaah yang dirahmati Allah,

Dalam hidup, kita pasti pernah merasa gagal.
Anak-anak mungkin pernah tidak naik peringkat di kelas.
Pemuda mungkin belum dapat pekerjaan atau belum mencapai impian.
Orang tua mungkin merasa rezekinya belum cukup.

Lalu kita berkata:
"Kenapa saya tidak beruntung?"

Padahal sebenarnya, bukan kita tidak beruntung…
Tapi Allah belum memberikan rezeki itu sekarang.

---

Allah berfirman:
"Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu."
(QS. Al-Baqarah: 216)

Artinya, apa yang belum kita dapatkan hari ini, bisa jadi itu justru yang terbaik untuk kita.
Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan, bukan hanya apa yang kita inginkan.

---

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Sering kali kita terburu-buru ingin hasil.
Kita ingin cepat berhasil, cepat mendapatkan sesuatu, cepat tercapai semua keinginan.

Padahal Allah sedang mengajarkan kita proses.
Karena sesuatu yang didapat dengan proses, biasanya lebih kuat dan lebih bertahan lama.

---

Terkadang Allah menunda, bukan karena tidak sayang,
tapi karena ingin kita lebih siap.
Lebih sabar, lebih kuat, dan lebih dekat kepada-Nya.

Karena kalau semua keinginan kita langsung dikabulkan,
bisa jadi kita lupa berdoa, lupa bersyukur, bahkan lupa kepada Allah.

---

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ada sebuah cerita sederhana.
Ada seseorang yang sangat ingin mendapatkan pekerjaan. Ia sudah melamar ke banyak tempat, tetapi selalu gagal. Ia hampir putus asa dan merasa dirinya tidak beruntung. Namun ia tetap berusaha dan terus berdoa. Hingga suatu hari, ia diterima di sebuah pekerjaan yang ternyata jauh lebih baik dari yang ia harapkan sebelumnya. Saat itu ia baru sadar, bahwa penolakan-penolakan sebelumnya bukanlah kegagalan, tapi cara Allah mengarahkan dirinya ke tempat yang lebih baik.

---

Setiap orang punya waktu yang berbeda-beda.
Ada yang cepat berhasil, ada yang harus menunggu.
Ada yang jalannya mudah, ada yang harus berusaha lebih keras.

Anak-anak, tidak perlu sedih kalau belum pintar sekarang—yang penting terus belajar.
Pemuda, tidak perlu putus asa kalau belum berhasil—yang penting terus berusaha.
Orang tua, tidak perlu khawatir—Allah sudah mengatur rezeki setiap hamba-Nya.

Karena rezeki itu tidak akan tertukar.

---

Yang sering membuat kita sedih bukan karena kita tidak punya,
tapi karena kita melihat orang lain punya.

Padahal kalau kita mau melihat ke bawah, masih banyak orang yang hidupnya lebih sulit dari kita.
Maka kita harus belajar bersyukur dan bersabar.

---

Ingatlah:
Yang tertunda bukan berarti ditolak.
Yang belum didapat bukan berarti tidak akan didapat.

Bisa jadi Allah hanya berkata:
"Tunggu, belum sekarang waktunya."

---

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Tugas kita adalah:
* Terus berdoa
* Terus berusaha
* Terus memperbaiki diri
* Dan tetap percaya kepada Allah

Kalau hari ini belum dapat, bisa jadi besok.
Kalau belum sekarang, bisa jadi nanti.
Yang penting kita tidak berhenti berusaha.

---

Mari kita tanamkan dalam hati:
"Ini bukan tidak beruntung, ini hanya belum rezeki."

Dan yakinlah, Allah tidak pernah salah dalam mengatur hidup kita.

Khutbah Kedua

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan hingga kita bisa hadir di hari Jumat yang mulia ini.

Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, teladan terbaik dalam kesabaran, keikhlasan, dan tawakal kepada Allah.

---

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Dari khutbah pertama tadi, kita telah diingatkan bahwa apa yang belum kita dapatkan hari ini bukan berarti kita tidak beruntung, tetapi memang belum menjadi rezeki kita.

Maka di khutbah kedua ini, mari kita perkuat hati kita untuk menjadi hamba yang sabar dan selalu berbaik sangka kepada Allah.

---

Kita harus yakin bahwa Allah tidak pernah salah dalam memberi.
Apa yang kita miliki hari ini adalah yang terbaik menurut Allah.
Dan apa yang belum kita miliki, bisa jadi sedang Allah siapkan di waktu yang tepat.

---

Jamaah yang dirahmati Allah,

Jangan mudah putus asa ketika harapan belum tercapai.
Jangan iri ketika melihat orang lain lebih dulu mendapatkan sesuatu.

Karena setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing,
dan setiap rezeki sudah diatur dengan sangat adil oleh Allah.

---

Mari kita menjadi hamba yang:
* Sabar dalam menunggu
* Ikhlas dalam menerima
* Bersyukur atas yang ada
* Dan terus berusaha tanpa menyerah

Karena orang yang sabar tidak akan pernah rugi.

---

Jika hari ini kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan,
maka katakan dalam hati:
"Ini bukan tidak beruntung, ini hanya belum rezeki saya."
Blog Post Lainnya
Cari
KATEGORI
Terbaru
-
Tidak Tersedia
Kafarat
-
Tidak Tersedia
Wakaf Setara Kopi
-
Tidak Tersedia
Pesantren Lansia
-
Tidak Tersedia
Wakaf Sumur
-
Tidak Tersedia
Sedekah Beras
-
Tidak Tersedia
Fidyah
-
Tidak Tersedia
Patungan Ambulans
-
Tidak Tersedia
Sedekah Asrama Lansia
`Lihat Lagi
-
Tentang Kami
Yayasan Almarhamah adalah lembaga filantropi yang berada di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Bergerak di bidang sosial, dakwah, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan dan pemberdayaan.

Alamat
almarhamahindonesia@gmail.com
Almarhamah Indonesia, Jl. Yos Sudarso, Jembatan Besi RT. 11 No. 60 Tarakan - Kalimantan Utara
Media Sosial
Izin Legalitas
Akte Notaris No. 05 Notaris Reza Ramadona, S.H.,M.Kn Tanggal 24 November 2022

SK Mitra Pengelola Zakat Dompet Dhuafa
No. Reg 067/SK/MPZ-DD/IV/2023 untuk MITRA PENGELOLA ZAKAT ALMARHAMAH



-
almarhamahindonesia.Inc