Dari mengenali tanda bahaya hingga mencoba membalut luka sendiri, para lansia binaan Almarhamah mendapat pengalaman belajar langsung dalam Sekolah Lansia NURANI S1 pertemuan ke-6, Sabtu, 10 Oktober 2026. Bersama Ibu Eva Marwah Lestari, S.Pd., Kepala Markas PMI Kota Tarakan, mereka mempelajari pertolongan pertama pada kondisi darurat melalui materi praktis yang disambut antusias.
Pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian materi. Para lansia juga diajak mempraktikkan langsung cara membalut luka, sehingga mereka dapat mengenal langkah dasar pertolongan pertama melalui pengalaman, bukan sekadar mendengarkan penjelasan. Praktik ini menjadi salah satu bagian yang membuat materi terasa lebih nyata dan mudah dikaitkan dengan situasi sehari-hari.
Dalam sesi tersebut, Ibu Eva membahas berbagai kondisi yang perlu dikenali, mulai dari tanda kedaruratan medis, kejang atau ayan, hingga penanganan awal untuk keluhan ringan seperti demam dan diare. Lansia juga mendapatkan pembahasan mengenai kejadian sehari-hari, seperti terkena percikan minyak dan menghadapi situasi tersedak.
Materi turut memperkenalkan perlengkapan yang diperlukan untuk pertolongan pertama serta pentingnya mengenali gejala sebelum mengambil tindakan. Dengan pemahaman tersebut, lansia diharapkan lebih waspada ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan bantuan dan mengetahui kapan pertolongan tenaga medis diperlukan.
Antusiasme lansia terlihat ketika pembelajaran beralih ke praktik membalut luka. Kesempatan untuk mencoba secara langsung membuat kegiatan berlangsung lebih interaktif. Para lansia tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat dalam proses belajar yang memberikan pengalaman baru.
Kehadiran PMI Kota Tarakan memberikan warna tersendiri dalam pembelajaran Sekolah Lansia NURANI. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama menjadi bekal yang relevan, terutama agar lansia dapat mengenali situasi yang berpotensi membahayakan dan memahami pentingnya penanganan yang tepat. Meski demikian, praktik pertolongan pertama tetap perlu dilakukan sesuai panduan yang benar dan tidak menggantikan penanganan tenaga medis dalam kondisi darurat.
Melalui kegiatan ini, Almarhamah terus menghadirkan pembelajaran yang mendorong lansia tetap aktif, memperoleh pengetahuan baru, dan berpartisipasi dalam kegiatan edukatif. Sekolah Lansia NURANI menjadi ruang untuk memperluas wawasan sekaligus membangun kesadaran bahwa proses belajar dapat terus berlangsung pada setiap tahap kehidupan.
Almarhamah mengajak instansi pemerintah, lembaga kemanusiaan, fasilitas kesehatan, perguruan tinggi, komunitas, dan dunia usaha untuk berkolaborasi menghadirkan edukasi yang bermanfaat bagi lansia. Dengan berbagi pengetahuan dan keahlian, semakin banyak kesempatan dapat dibuka agar lansia tetap sehat, berdaya, dan siap menjalani keseharian dengan pemahaman yang lebih baik.











