
Sobat Minha,
Tidak sedikit orang yang merasa malu ketika baru mulai belajar agama di usia yang sudah tidak muda lagi. Ada yang sungkan karena belum lancar membaca Al-Qur'an. Ada yang minder karena baru menghafal doa-doa harian. Bahkan ada yang memilih diam karena takut dianggap terlambat.
Padahal, dalam Islam tidak ada istilah terlambat untuk mendekat kepada Allah.
Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Ada yang sejak kecil tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan agama. Ada pula yang baru menemukan ketenangan dalam ibadah setelah melewati berbagai pengalaman hidup, ketika usia sudah memasuki masa senja.
Yang terpenting bukan kapan seseorang memulai, melainkan kesungguhannya saat melangkah.
Sejarah Islam juga mencatat banyak sosok yang mendapatkan hidayah dan mulai mendalami agama bukan saat masih anak-anak. Salah satunya adalah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu. Sebelum memeluk Islam, Umar dikenal sebagai sosok yang menentang dakwah Rasulullah ﷺ. Namun ketika Allah membukakan pintu hidayah untuknya, ia berubah menjadi salah satu sahabat yang paling dekat dengan Nabi dan menjadi teladan bagi umat hingga hari ini.
Kisah Umar mengajarkan bahwa perubahan besar bisa dimulai kapan saja. Tidak ada usia yang terlalu tua untuk belajar, memperbaiki diri, dan mendekat kepada Allah.
Hal yang sama juga bisa kita temukan di sekitar kita hari ini.
Banyak lansia yang justru semakin bersemangat belajar agama. Mereka datang ke majelis taklim, belajar membaca Al-Qur'an dari awal, mengikuti kajian, hingga mengisi hari-hari mereka dengan dzikir dan ibadah. Bagi sebagian orang, masa senja bukanlah akhir perjalanan, melainkan kesempatan untuk lebih mengenal Sang Pencipta.
Pemandangan seperti itulah yang sering terlihat dalam kegiatan SQR Nurani yang diselenggarakan oleh Yayasan Almarhamah.
Di program ini, para lansia berkumpul dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Mereka melaksanakan sholat dhuha bersama, berdzikir, berdoa, mengikuti tausiyah, serta belajar Al-Qur'an sesuai kemampuan masing-masing. Tidak ada rasa malu karena belum bisa. Tidak ada perasaan tertinggal karena baru belajar. Yang ada hanyalah semangat untuk terus mendekat kepada Allah, sedikit demi sedikit.
Bagi banyak peserta, SQR Nurani bukan sekadar kegiatan rutin. Program ini menjadi tempat untuk mengisi usia senja dengan hal-hal yang menenangkan hati dan menguatkan iman. Sebuah ruang yang mengingatkan bahwa belajar agama adalah perjalanan seumur hidup.
Karena itulah, keberadaan program seperti ini sangat berarti. Masih banyak lansia yang membutuhkan teman belajar, pendampingan, dan lingkungan yang mendukung mereka untuk terus bertumbuh dalam kebaikan.
Sobat Minha, melalui kolaborasi dan kepedulian bersama, kita dapat menghadirkan lebih banyak kesempatan bagi para lansia untuk belajar, beribadah, dan menjalani masa senja dengan lebih bermakna.
Sebab bisa jadi, dukungan yang kita berikan hari ini menjadi jalan bagi seseorang untuk semakin dekat dengan Allah di penghujung usianya. Dan tidak ada hadiah yang lebih indah daripada membantu sesama menemukan ketenangan hati dalam perjalanan menuju-Nya. ❤️














