
almarhamahindonesia.com - Apa jadinya jika kisah Rasulullah ﷺ tidak hanya didengar sebagai sejarah, tetapi dijadikan bekal sebelum terjun ke dunia kesehatan? Pesan itulah yang dibawa Ustadz Yusuf Surya dari Yayasan Almarhamah saat memenuhi undangan BEM FIKES UBT sebagai pemateri dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ pada Ahad, 30 Agustus 2026.
Mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah ﷺ untuk Meneguhkan Tekad, Mewujudkan Insan Kesehatan yang Berakhlak dan Berdedikasi”, Ustadz Yusuf menyampaikan materi yang menghubungkan keteladanan Rasulullah ﷺ dengan kehidupan mahasiswa FIKES. Penyampaian berlangsung dengan bahasa yang ringan, disertai cerita dan humor sehingga mahasiswa dan mahasiswi dapat mengikuti materi dengan lebih mudah.
Ustadz Yusuf Surya
Ustadz Yusuf membuka pembahasan dengan mengajak mahasiswa tidak hanya melihat Nabi Muhammad ﷺ sebagai bagian dari sejarah. Menurutnya, kehidupan Rasulullah ﷺ tetap relevan dengan persoalan anak muda saat ini, termasuk ketika menghadapi kesombongan, iri hati, perbandingan diri dengan orang lain, hingga tekanan kehidupan di era media sosial.
Pembahasan kemudian diarahkan pada pertanyaan penting bagi mahasiswa FIKES: tenaga kesehatan seperti apa yang ingin mereka menjadi? Ustadz Yusuf menekankan bahwa kemampuan akademik dan keterampilan kesehatan saja belum cukup. Dunia kesehatan juga membutuhkan manusia yang mampu menghadirkan rasa aman, dihargai, serta memiliki kepedulian kepada pasien.
Salah satu bagian yang mendapat perhatian adalah kisah Rasulullah ﷺ ketika menghadapi berbagai ujian, termasuk peristiwa Thaif. Rasulullah ﷺ mengalami penolakan dan perlakuan buruk, tetapi tidak membalasnya dengan kebencian. Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa akhlak justru terlihat ketika seseorang berada dalam kondisi sulit dan diperlakukan tidak baik.
Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan calon tenaga kesehatan. Mahasiswa kelak akan berhadapan dengan pasien maupun keluarga pasien yang memiliki kondisi berbeda-beda. Ada yang datang dalam keadaan cemas, takut, panik, bahkan mungkin menunjukkan sikap yang sulit dihadapi. Dalam kondisi seperti itu, calon tenaga kesehatan tetap dituntut menjaga profesionalitas sekaligus empati.
“Kita boleh tegas, tetapi jangan kasar. Kita boleh profesional, tetapi jangan kehilangan empati,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam penyampaian materi.
Ustadz Yusuf juga mengingatkan bahwa di balik seorang pasien terdapat manusia dengan cerita dan perasaan. Karena itu, seorang tenaga kesehatan tidak cukup hanya memahami penyakit, tetapi juga perlu memahami kondisi orang yang sedang membutuhkan pertolongan.
Materi kemudian mengarah pada makna dedikasi. Menurut pembahasan yang disampaikan, dedikasi tidak selalu ditunjukkan melalui tindakan besar. Tetap ramah ketika lelah, jujur meskipun tidak diawasi, menjaga amanah, dan memberikan pelayanan terbaik merupakan bentuk dedikasi yang dapat dibangun sejak masa mahasiswa.
Mahasiswa juga diajak melakukan refleksi terhadap kecintaan kepada Rasulullah ﷺ. Kecintaan tersebut tidak cukup hanya diucapkan melalui shalawat atau peringatan Maulid, tetapi perlu terlihat melalui perubahan akhlak dan usaha untuk meneladani kehidupan Rasulullah ﷺ.
Pada bagian akhir, Ustadz Yusuf mengajak mahasiswa membawa satu tekad setelah mengikuti peringatan Maulid Nabi. Bukan sekadar menjadi tenaga kesehatan yang sukses, tetapi menjadi tenaga kesehatan yang ketika ilmunya bertambah, akhlaknya juga semakin baik, kepeduliannya semakin luas, dan kemampuannya semakin digunakan untuk mengabdi.
Undangan BEM FIKES UBT kepada Ustadz Yusuf Surya menjadi bagian dari kolaborasi yang telah terjalin antara lingkungan kampus dan Almarhamah. Kepercayaan untuk berbagi ilmu dalam momentum keagamaan tersebut sekaligus membuka ruang bagi keberlanjutan hubungan baik melalui berbagai kegiatan berikutnya.
Almarhamah mengapresiasi kepercayaan yang diberikan BEM FIKES UBT. Semoga kolaborasi yang telah terjalin tidak berhenti pada satu momentum, tetapi terus berkembang dalam kegiatan pendidikan, keagamaan, kesehatan, maupun sosial yang memberikan manfaat bagi lebih banyak masyarakat.
Ingin menghadirkan pemateri, berbagi ilmu, atau membuat kegiatan sosial bersama? Almarhamah terbuka untuk berkolaborasi dengan kampus, organisasi mahasiswa, komunitas, lembaga, dan berbagai pihak. Mari bertumbuh bersama dan menjadikan kolaborasi sebagai jalan untuk memperluas kebermanfaatan.













