
Sumur yang Menghidupkan Kota
Sobat Almarhamah,
Pernah nggak sih kita membayangkan… gimana rasanya kalau air bersih itu harus beli mahal? Dulu, di Madinah, hal itu benar-benar terjadi. Warga kesulitan air karena sumber terbaik, yaitu Sumur Raumah, dimiliki pribadi dan setiap tetesnya berbayar. Buat sebagian orang, ini jadi beban berat hanya untuk kebutuhan paling dasar: minum. Melihat kondisi itu, Muhammad mengajak para sahabat membantu membeli sumur tersebut agar bisa dipakai gratis oleh masyarakat. Dan tahu siapa yang langsung maju tanpa banyak hitung-hitungan? Utsman bin Affan. Tanpa mikir untung-rugi dunia, beliau menebus sumur itu dengan harga tinggi. Setelah resmi jadi miliknya, beliau umumkan:
“Silakan ambil air sepuasnya. Gratis. Untuk semua.”
Nggak ada syarat. Nggak ada biaya. Air yang tadinya “mahal”, berubah jadi wakaf kehidupan.
Bayangin… satu keputusan itu bikin ribuan orang terbantu setiap hari. Pahala yang terus mengalir, bahkan sampai hari ini.
🐪
Ketika Harta Dikorbankan untuk Umat
Nggak lama setelah itu, datang ujian lain: Perang Tabuk. Perjalanan jauh, logistik minim, biaya besar. Umat butuh dukungan. Saat sahabat lain memberi semampunya, Utsman datang dengan sesuatu yang bikin semua terdiam: ✨
300 unta lengkap dengan perlengkapan
✨
1.000 dinar emas langsung di pangkuan Rasulullah Kalau dihitung dengan nilai emas sekarang…
- 1.000 dinar ≈ 4,25 kg emas → lebih dari Rp 9,5 miliar
- 300 unta → setara Rp 20–28 miliar
Totalnya?
Hampir Rp 30–38 miliar. Bukan angka kecil.
Tapi bagi Utsman, harta itu cuma alat. Yang penting: umat kuat, dakwah berjalan. Sampai-sampai Rasulullah memuji beliau dengan kalimat yang masyaAllah banget:
“Tidak ada yang membahayakan Utsman setelah hari ini.”
Itu bukan sekadar pujian. Itu tanda betapa tulusnya hati beliau.
🤍 Lalu… apa pelajaran buat kita, Sobat Almarhamah?
Dari kisah ini kita belajar satu hal sederhana: 👉
Harta terbaik bukan yang disimpan, tapi yang bermanfaat. Nggak semua dari kita punya miliaran rupiah.
Tapi semangatnya… semua bisa punya.
- Sedekah air bersih
- Bantu dhuafa
- Wakaf sumur
- Santuni lansia
- Dukung pendidikan anak yatim
Sedikit bagi kita, bisa jadi “sumur kehidupan” bagi orang lain. Karena sejatinya,
kedermawanan bukan soal seberapa banyak…
tapi seberapa ikhlas. Semoga kita semua bisa meneladani jejak Utsman bin Affan —
menjadikan harta sebagai jalan pahala, bukan sekadar angka. 🤲 Yuk, terus jadi bagian dari kebaikan bersama Almarhamah.
Pelan-pelan, tapi konsisten. Karena kebaikan kecil yang rutin… dampaknya bisa sebesar sejarah.














