
almarhamahindonesia.com - Memasuki Museum Tarakan, para peserta sekolah lansia NURANI seolah membuka kembali lembaran masa lalu. Dalam rangka Sekolah Lansia NURANI S1 Pertemuan Ke-4, Kamis, 24 September 2026, para lansia mengikuti kunjungan museum dengan pendampingan pengurus Almarhamah dan siswi SMK Kesehatan. Di dalam museum, mereka dibimbing oleh pemandu untuk mengenal berbagai peninggalan, sejarah awal Kota Tarakan pada masa penjajahan, hingga kekayaan budaya dan lingkungan daerah. Kegiatan berlangsung dengan suasana gembira, penuh cerita, dan ditutup dengan foto bersama di depan gedung museum.
Begitu tiba di dalam museum, para lansia langsung mengikuti arahan pemandu. Penjelasan diberikan dari satu bagian ke bagian lainnya sehingga mereka dapat melihat koleksi sambil memahami cerita yang menyertainya.
Mendengarkan penjelasan pemandu
Sejumlah peninggalan yang diperlihatkan menarik perhatian para lansia, di antaranya baling-baling pesawat, sepeda ontel, dan berbagai benda bersejarah lainnya. Benda-benda tersebut menjadi pintu masuk untuk mengenal gambaran kehidupan dan perjalanan masa lalu yang tersimpan di Museum Tarakan.
Pembelajaran kemudian mengarah pada sejarah Kota Tarakan pada masa awal penjajahan. Para lansia menyimak penjelasan pemandu mengenai perjalanan sejarah kota, membuat kunjungan tidak sekadar menjadi aktivitas melihat koleksi, tetapi juga menjadi pengalaman belajar secara langsung di ruang sejarah.
Hal menarik lainnya adalah ketika para lansia mengenal hewan khas serta adat Tidung. Unsur sejarah dan budaya tersebut memperluas pengalaman mereka dalam melihat Tarakan, bukan hanya dari apa yang mereka kenal dalam keseharian, tetapi juga dari jejak yang tersimpan dan dirawat di museum.
Di sela-sela penjelasan, para lansia tampak menikmati suasana kunjungan. Beberapa di antaranya saling berbagi cerita mengenai masa lalu yang mereka ingat. Koleksi museum seakan menjadi pemantik percakapan, menghubungkan benda yang dilihat dengan pengalaman yang pernah mereka jalani.
Foto bersama dengan miniatur pesawat peninggalan penjajahan
Keceriaan juga terlihat saat para lansia mengabadikan momen dengan berfoto. Setiap sudut kunjungan menjadi kesempatan untuk menyimpan kenangan dari perjalanan belajar hari itu.
Pengurus Almarhamah dan siswi SMK Kesehatan turut mendampingi selama kunjungan berlangsung. Kehadiran mereka membantu memastikan para lansia tetap nyaman mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus menciptakan interaksi lintas generasi selama berada di museum.
Setelah seluruh rangkaian kunjungan selesai, kegiatan ditutup dengan foto bersama di depan gedung Museum Tarakan. Momen tersebut menjadi dokumentasi perjalanan Sekolah Lansia NURANI yang kali ini membawa para lansia belajar langsung melalui sejarah, budaya, dan koleksi yang ada di museum.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran lansia dengan pengalaman yang beragam. Belajar tidak selalu harus berada di dalam ruang kelas. Museum pun dapat menjadi ruang untuk melihat sejarah, mengingat pengalaman, dan berbagi cerita.
Almarhamah terus membuka ruang kolaborasi bersama pemerintah, museum, kampus, sekolah, komunitas, dan berbagai pihak untuk menghadirkan kegiatan edukatif yang bermakna bagi lansia. Dengan kolaborasi, semakin banyak ruang dapat dihadirkan agar lansia tetap aktif belajar, bergerak, dan menikmati pengalaman bersama.













