
almarhamahindonesia.com - Setelah melewati sesi games yang penuh tawa, perhatian dalam Sekolah Lansia NURANI S1 Pertemuan Ke-4 beralih pada kondisi kesehatan para lansia. Bertempat di Perpustakaan Daerah Kota Tarakan, Kamis, 24 September 2026, para lansia binaan Almarhamah terlebih dahulu beristirahat sejenak sebelum menjalani pemeriksaan tekanan darah atau tensi yang dilakukan oleh siswi SMK Kesehatan. Screening berlangsung tenang sebagai bagian dari pemantauan kondisi lansia setelah mengikuti berbagai aktivitas sebelum melanjutkan agenda kunjungan ke Museum Tarakan.
Usai permainan memasukkan bola ke dalam gelas, suasana yang sebelumnya ramai perlahan menjadi lebih tenang. Para lansia diberikan waktu untuk beristirahat sejenak sebelum masuk ke sesi pemeriksaan kesehatan.
Pemeriksaan Tekanan Darah Peserta Sekolah Lansia NURANI
Satu per satu lansia kemudian mengikuti pemeriksaan tensi. Siswi SMK Kesehatan mendampingi proses tersebut dengan tertib, sementara para lansia menjalani pemeriksaan dalam suasana yang nyaman dan tidak terburu-buru.
Pemeriksaan dilakukan untuk melihat kondisi lansia setelah mengikuti rangkaian kegiatan sebelumnya. Aktivitas pada pertemuan kali ini cukup beragam, mulai dari pembelajaran, permainan yang melatih fokus dan keterampilan, hingga persiapan untuk melanjutkan kunjungan ke lokasi berikutnya.
Sesi screening juga menjadi ruang interaksi antara siswi SMK Kesehatan dan para lansia. Sambil menunggu maupun setelah pemeriksaan, para siswi berbincang bersama lansia sehingga suasana tetap terasa akrab.
Percakapan tersebut menjadi bagian kecil yang mempererat pendampingan selama kegiatan. Bagi para lansia, hadirnya pemeriksaan kesehatan di sela rangkaian aktivitas memberikan ruang untuk berhenti sejenak dan memperhatikan kondisi tubuh sebelum kembali melanjutkan agenda.
Siswi SMK Kesehatan mencatat hasilnya
Perwakilan Almarhamah, Yusuf Surya, menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting ketika lansia mengikuti kegiatan dengan rangkaian aktivitas yang cukup panjang.
“Kami ingin setiap kegiatan tetap memperhatikan kondisi lansia. Setelah beraktivitas, mereka diberikan waktu untuk beristirahat dan kemudian dilakukan pemeriksaan agar kondisinya tetap terpantau,” ujar Yusuf.
Setelah pemeriksaan tensi selesai, para lansia bersiap melanjutkan perjalanan menuju Museum Tarakan. Dengan demikian, screening menjadi salah satu tahapan dalam rangkaian kegiatan NURANI pada hari itu, menghubungkan aktivitas pembelajaran, permainan, perhatian terhadap kesehatan, hingga kunjungan edukatif.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa Sekolah Lansia NURANI tidak hanya menghadirkan ruang belajar, tetapi juga memperhatikan kenyamanan dan kondisi lansia selama seluruh rangkaian berlangsung. Setiap tahapan disusun untuk tetap memberikan ruang bagi interaksi, aktivitas, dan pendampingan.
Dari bermain, beristirahat, hingga mengecek tensi, setiap langkah menjadi bagian dari perjalanan lansia yang diperhatikan bersama. Almarhamah terus membuka ruang kolaborasi dengan sekolah kesehatan, kampus, tenaga kesehatan, komunitas, dan berbagai pihak untuk menghadirkan kegiatan yang mendukung kesehatan, pembelajaran, dan keberdayaan lansia secara berkelanjutan.













