
ALMARHAMAHINDONESIA.COM – Sekolah Lansia Nurani kembali menggelar pertemuan tatap muka yang ke-10 pada hari Ahad, 18 Januari 2026. Bertempat di Gedung Sri Tower, Sebengkok, kegiatan kali ini menghadirkan suasana yang khidmat dengan mengangkat tema utama "Terapi Spiritual Bagi Lanjut Usia". Puluhan siswa lansia tampak hadir memenuhi ruangan untuk menyimak pemaparan materi yang mendalam mengenai kesehatan batin di usia senja.
Ibu Rohmiyati, S.Ag
Dalam pertemuan ini, panitia menghadirkan narasumber berkompeten, yakni Ibu Rohmiyati, S.Ag, yang menjabat sebagai Penyuluh Agama Islam dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dalam kurikulum Sekolah Lansia Nurani, mengingat pentingnya bimbingan rohani sebagai fondasi ketenangan hidup bagi para lanjut usia.
Mengawali sesinya, Ibu Rohmiyati mengajak para siswa lansia untuk merenungi kembali hakikat penciptaan manusia. Beliau menekankan pentingnya menyegarkan ingatan mengenai tujuan utama Allah SWT menciptakan manusia di dunia ini. Materi ini disampaikan sebagai bentuk terapi kognitif spiritual agar para lansia memiliki orientasi hidup yang jelas dan terarah di sisa usianya.
Poin krusial yang menjadi sorotan dalam materi tersebut adalah penanaman cita-cita tertinggi bagi seorang Muslim. Rohmiyati menegaskan bahwa tujuan akhir yang paling mulia yang harus dikejar oleh setiap lansia adalah wafat dalam keadaan Husnul Khotimah.
Tak hanya itu, beliau juga memotivasi para peserta untuk terus berdoa dan beramal saleh agar kelak dapat masuk surga tanpa hisab.
Antusiasme peserta dalam menerima materi ini mendapat apresiasi tinggi dari narasumber. Menurut Rohmiyati, para siswa lansia menunjukkan semangat belajar yang luar biasa.
"Komunikasinya sangat nyambung. Saya bahkan kagum karena beberapa lansia sudah menguasai materi tersebut saat diajak berdialog, sehingga prosesnya menjadi sangat interaktif," ungkapnya usai sesi materi.
Selain penyampaian materi, sesi ini juga dilengkapi dengan doa dan dzikir bersama yang dipimpin langsung oleh pemateri. Momen ini menjadi sarana refleksi diri bagi para peserta untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, sekaligus mengaplikasikan secara langsung teori terapi spiritual yang baru saja didapatkan.
Apresiasi Almarhamah kepada Ibu Rohmiyati, S.Ag
Di akhir kegiatan, Ibu Rohmiyati mengungkapkan rasa hormatnya karena telah dipercaya mengisi materi pada jenjang pendidikan non-formal yang dikelola oleh Nusantara Ramah Lansia, Almarhamah. Beliau menilai program ini sangat vital dalam memberdayakan lansia agar tetap produktif dan religius.
Menutup wawancaranya, Rohmiyati berharap program Sekolah Lansia Nurani tidak berhenti hanya di jenjang S1 saja.
"Saya berharap ada kelanjutan ke jenjang S2, serta pembukaan kelas-kelas baru untuk mengakomodasi lansia lainnya yang belum terlayani," harapnya demi keberlanjutan pembinaan umat .
















