
almarhamahindonesia.com - Selembar tangan, bubuk kunyit, dan rasa penasaran menjadi bagian dari kegiatan Homeschooling Almarhamah pada Jumat, 2 Oktober 2026. Bertempat di halaman Almarhamah, anak-anak mengikuti pembelajaran STEAM dengan submateri tentang reaksi zat curcumin pada kunyit terhadap sifat basa melalui kegiatan “Magic Hand Print”. Eksperimen ini mengajak anak mengenal perubahan yang terjadi pada kunyit sekaligus melihat pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai indikator sederhana untuk menguji kualitas atau pH air.
Kegiatan berlangsung di ruang terbuka halaman Almarhamah agar proses belajar dapat dilakukan secara langsung melalui aktivitas eksperimen. Anak-anak tidak hanya menerima penjelasan, tetapi diajak mengamati dan mencoba sendiri bahan yang digunakan dalam kegiatan.
Melalui materi STEAM, pembelajaran dikembangkan dengan pendekatan yang menghubungkan sains dengan aktivitas kreatif. Dalam eksperimen kali ini, kunyit menjadi bahan utama untuk mengamati bagaimana zat curcumin dapat menunjukkan reaksi ketika berinteraksi dengan kondisi basa.
Berkresi bersama
Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah Magic Hand Print. Anak-anak menggunakan kunyit dalam proses eksperimen sehingga menghasilkan pengalaman belajar yang lebih visual dan menarik. Perubahan yang diamati menjadi bagian dari proses mengenali hubungan antara bahan yang digunakan dengan sifat zat yang sedang dipelajari.
Eksperimen tersebut juga membawa pembahasan pada pemanfaatan kunyit di luar kegiatan belajar. Anak-anak diperkenalkan pada gagasan bahwa kunyit dapat digunakan sebagai indikator untuk membantu mengetahui apakah air bersifat asam, basa, atau netral.
Dengan pendekatan tersebut, materi tidak berhenti pada kegiatan eksperimen semata. Anak-anak diajak melihat bahwa benda yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari juga dapat menjadi bagian dari proses belajar sains.
Kegiatan Magic Hand Print sekaligus memberikan ruang bagi anak untuk mengamati, mencoba, dan memahami konsep melalui pengalaman langsung. Pembelajaran seperti ini membuat proses mengenal sains berlangsung lebih dekat dengan benda dan aktivitas yang ada di sekitar mereka.
Bagi Homeschooling Almarhamah, pembelajaran STEAM menjadi ruang untuk mengenalkan konsep pengetahuan melalui aktivitas yang melibatkan rasa ingin tahu dan pengalaman langsung. Eksperimen sederhana menjadi salah satu cara untuk menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Jumat tersebut menjadi contoh bahwa halaman Almarhamah dapat berubah menjadi ruang belajar yang penuh eksplorasi. Dari kunyit yang sederhana, anak-anak diajak melihat bagaimana sains dapat hadir dalam benda yang mereka temui sehari-hari.
Belajar sains tidak selalu membutuhkan alat yang rumit. Kadang, cukup dengan kunyit, rasa ingin tahu, dan satu eksperimen, anak-anak sudah bisa menemukan sesuatu yang baru. Almarhamah terus membuka ruang kolaborasi bersama sekolah, kampus, komunitas, relawan, dan berbagai pihak untuk menghadirkan pembelajaran kreatif yang membantu anak tumbuh melalui pengalaman, eksplorasi, dan rasa ingin tahu.













