
almarhamahindonesia.com - Bukan hanya mendengarkan, para lansia binaan Almarhamah aktif menghidupkan suasana pembelajaran di Perpustakaan Daerah Kota Tarakan. Dalam Sekolah Lansia NURANI S1 Pertemuan Ke-4, Kamis, 24 September 2026, mereka menyimak materi yang disampaikan Dharmawati, S.Pd., M.Si., Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispuspan) Kota Tarakan, lalu terlibat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Rangkaian pembelajaran kemudian ditutup dengan penyerahan apresiasi kepada pemateri dan foto bersama.
Setelah materi disampaikan, perhatian para lansia berlanjut pada sesi tanya jawab. Beberapa lansia mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pembahasan yang telah diterima. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk memperjelas hal-hal yang masih ingin mereka pahami.
Setiap pertanyaan kemudian dijawab dengan penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami. Pola komunikasi dua arah ini membuat sesi pembelajaran berjalan lebih interaktif, sekaligus memberi ruang kepada lansia untuk menyampaikan rasa ingin tahu mereka secara langsung.
Lansia peserta sekolah lansia NURANI aktif bertanya
Keaktifan dalam bertanya menjadi bagian penting dari rangkaian pembelajaran kali ini. Para lansia tidak hanya hadir sebagai penerima materi, tetapi turut mengambil bagian dalam proses belajar melalui percakapan dan diskusi bersama pemateri.
Setelah sesi tanya jawab selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan apresiasi dan penghargaan kepada pemateri dari Yayasan Almarhamah dan Sekolah Lansia NURANI. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Mbak Riska selaku perwakilan Almarhamah sebagai bentuk apresiasi atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan untuk membersamai kegiatan pembelajaran lansia.
Foto bersama
Dalam kesempatan tersebut, Riska Rahimawati menyampaikan rasa terima kasih kepada pemateri atas kontribusinya dalam pertemuan ke-4 Sekolah Lansia NURANI.
“Terima kasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan,” ujar Riska.
Momen pemberian apresiasi menjadi penanda berakhirnya sesi pembelajaran sekaligus bentuk penghargaan atas keterlibatan pemateri dalam menghadirkan pengetahuan bagi para lansia. Setelah itu, suasana semakin hangat dengan foto bersama yang melibatkan peserta Sekolah Lansia NURANI, pengurus Almarhamah, pemateri, serta siswi SMK Kesehatan.
Kebersamaan dalam foto tersebut menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan Pertemuan Ke-4 NURANI. Dari proses menyimak, bertanya, hingga memberikan apresiasi, seluruh rangkaian menunjukkan keterlibatan para lansia dalam mengikuti pembelajaran.
Pertemuan kali ini sekaligus memperlihatkan bahwa ruang belajar bagi lansia dapat dibangun melalui komunikasi yang aktif dan suasana yang saling menghargai. Setiap pertanyaan membuka ruang pemahaman, sementara setiap apresiasi menjadi bentuk penghormatan terhadap pihak yang telah berbagi pengetahuan.
Sekolah Lansia NURANI terus membuka ruang kolaborasi bersama pemerintah, perpustakaan, kampus, sekolah, komunitas, dan berbagai pihak untuk menghadirkan pembelajaran yang bermanfaat bagi lansia. Dari satu pertemuan, satu pertanyaan, dan satu apresiasi, proses belajar terus bergerak menjadi pengalaman yang berarti.













