
ALMARHAMAHINDONESIA.COM — Dua siswi SMK Kesehatan Kalimantan Utara yang sedang menjalani masa magang memberikan penyuluhan kesehatan tentang cara cuci tangan yang benar kepada santri TPQ Almarhamah, pada Sabtu, 07 Februari 2026. Kegiatan edukatif ini dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami anak-anak sejak dini.
Penyuluhan dipandu langsung oleh Nazwa Afifah Ramadiani dan Raisa Naila Fitri. Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan untuk membangun kedekatan dengan para santri. Suasana hangat langsung terasa, membuat anak-anak lebih percaya diri untuk mengikuti setiap rangkaian materi.
Setelah perkenalan, kedua siswi mulai menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan tangan sebagai langkah sederhana mencegah penyebaran penyakit. Materi disampaikan dengan bahasa ringan dan contoh sehari-hari, sehingga mudah dimengerti oleh santri TPQ.
Antusiasme santri terlihat sejak awal kegiatan. Mereka aktif menyimak, mengangkat tangan, dan menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri. Untuk menambah semangat, panitia kecil dari tim magang menyiapkan hadiah bagi santri yang mampu menjawab dengan benar, sehingga suasana belajar terasa lebih seru dan kompetitif.
Pada sesi praktik, santri diajak memeragakan langsung enam langkah cuci tangan yang benar. Demonstrasi dilakukan dengan bantuan video edukasi yang diputar sambil diiringi musik, sehingga anak-anak dapat mengikuti gerakan dengan lebih mudah dan menyenangkan.
Nazwa menyampaikan bahwa pendekatan praktik langsung dipilih agar anak-anak tidak hanya mendengar teori.
“Kami ingin adik-adik langsung mencoba, supaya kebiasaan cuci tangan ini benar-benar diterapkan setiap hari, bukan hanya saat penyuluhan saja,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan tawa dan semangat para santri. Metode belajar sambil bermain dinilai efektif membantu anak-anak memahami pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus kenangan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan edukasi kesehatan sederhana seperti cuci tangan dapat menjadi kebiasaan positif yang terus diterapkan oleh santri dalam kehidupan sehari-hari.














