
ALMARHAMAHINDONESIA.COM – Suasana subuh yang sejuk menjadi saksi hangatnya silaturahmi dalam agenda Kajian Subuh Bahagia yang diselenggarakan oleh Yayasan Almarhamah. Menghadirkan Ustadz Yusuf Surya, selaku pengurus Yayasan Almarhamah, kajian kali ini mengangkat tema yang sangat mendalam dan menggetarkan hati: "Lisan yang Menembus Langit".
Ustadz Yusuf Surya
Kekuatan di Balik Lisan yang Lemah
Dalam penyampaiannya yang menyejukkan, Ustadz Yusuf Surya mengajak para jamaah, terutama kaum ibu dan lansia, untuk menyadari bahwa di balik fisik yang mungkin mulai melemah dimakan usia, Allah SWT menitipkan satu kekuatan luar biasa yang mampu menggetarkan singgasana Arsy-Nya. Beliau menekankan bahwa untuk mengubah keadaan, manusia tidak selalu membutuhkan harta yang banyak atau tenaga yang besar, melainkan sebuah "kunci" berupa doa.
"Allah tidak memberi syarat kita harus kaya atau berpangkat untuk didengar. Allah hanya meminta satu hal: berdoalah kepada-Ku, niscaya akan aku perkenankan bagimu," ujar Ustadz Yusuf mengutip penggalan Surah Ghafir ayat 60.
Beliau juga mengingatkan sebuah hadits tentang doa yang Insya Allah di Ijabah / di jawab oleh Allah, di mana salah satunya adalah doa orang tua untuk anaknya. Hal ini menegaskan bahwa setiap rintihan hati di atas sajadah subuh adalah suara yang sangat dicintai oleh Allah SWT.
Para Jamaah Mendengarkan Penyampaian dari Ustadz Yusuf Surya
Belajar dari Kisah Ibu Syaikh Abdurrahman As-Sudais
Salah satu poin yang paling berkesan dalam kajian ini adalah kisah inspiratif tentang bagaimana sebuah lisan dapat mengubah takdir. Ustadz Yusuf menceritakan kisah masa kecil Syaikh Abdurrahman As-Sudais, Imam Besar Masjidil Haram. Dahulu, saat beliau melakukan kenakalan yang membuat ibunya marah, sang ibu tidak mengeluarkan makian, melainkan doa yang luar biasa: "Pergi kamu! Biar kamu jadi Imam di Masjidil Haram!".
"Inilah bukti bahwa lisan kita adalah kemudi bagi masa depan keluarga kita," tegas Ustadz Yusuf. Beliau mengajak jamaah untuk mengganti setiap keluhan menjadi doa yang menguatkan dan zikir yang membasahi bibir.
Menutup kajian tersebut, Ustadz Yusuf Surya memberikan pesan yang menyentuh bagi seluruh keluarga besar Almarhamah agar tidak berkecil hati meskipun tidak bisa mewariskan harta berlimpah.
"Berikanlah anak cucu kita warisan 'doa-doa langit'. Walaupun kita sudah tiada nanti, doa yang kita langitkan hari ini akan terus menjaga mereka, menjadi payung di saat panas, dan menjadi selimut di saat dingin," pesan beliau menutup kajian.
Kajian ini kemudian diakhiri dengan doa bersama yang khidmat, memohon ampunan atas segala keluhan dan meminta perlindungan serta kecukupan bagi seluruh pejuang keluarga dalam naungan rida Allah SWT.






